Mengenal Jenis-Jenis Bahan Bakar Kapal Laut

Mengenal Jenis-Jenis Bahan Bakar Kapal Laut – Seperti yang kita ketahui, mesin Kapal juga banyak memiliki perbedaan pada setiap kapal. Semua memiliki spesifikasi dan juga konfigurasinya tersendiri. Jadi pastinya membutuhkan bahan bakar yang berbeda-beda. Seperti halnya dengan kendaraan bermotor yang ada pada jalur darat. Tentunya ada banyak sekali jenis-jenis untuk kendaraan bermotor pada jalur darat ini. Contohnya seperti, Premium, Pertamax, Diesel, Pertalite dll.

Mengenal Jenis-Jenis Bahan Bakar Kapal Laut

info lainnya : thetasa

Dari sini saja kita sudah bisa membuat gambaran untuk bahan bakar kapal laut itu sendiri. Jika kita menarik garis lurusnya, mesin kapal ini juga sudah banyak perkembangan. Tentunya dengan perkembangan ini juga memiliki efek perkembangan juga untuk bahan bakarnya. Agar mesin bisa bekerja dengan maksimal dalam proses berjalannya mesin.

Setelah kita membahas mesin kapan kali ini kita akan membahas tentang jenis-jenis bahan bakar yang biasanya kapal laut gunakan. Pastinya sangat menarik dan juga bisa menambah wawasan kalian. Yuk boleh kalian simak.

Jenis Bahan Bakar Kapal Laut

1. Marine Fuel Oit atau MFO

Marine fuel oil atau biasa dikenal MFO merupakan bahan bakar yang digunakan pada pembakaran dapur industri berskala besar. Selain itu, MFO juga menjadi penggerak bagi mesin utama kapal dengan putaran rendah.

Pada dasarnya, MFO merupakan pembakaran dengan reaksi cepat antara satu senyawa tertentu dengan oksigen. Bahan bakar ini juga adalah hasil dari berbagai reaksi yang rumit. Proses pembakaran pada bahan bakar berbarengan dengan pelepasan kalor dan cahaya.

Reaksi ini memungkinkan terjadinya pirolisis, yakni pemecahan termal molekul menjadi molekul kecil. Pemecahan ini terjadi tanpa oksigen. Jika oksigen ikut bereaksi maka akan menimbulkan nyala.

2. High Speed Diesel atau Solar

Jenis bahan bakar ini digunakan pada mesin dengan putaran tinggi lebih dari 1000 rpm. Bahan bakar pada kapal yang satu ini dihasilkan  dari proses cracking distillate minyak pelumas bekas.

Proses pemisahan antaranya minyak pelumas bekas dan air ini disebut dengan tahap dewatering. Tahap ini akan membuat bahan bakar memiliki water content dan sulphur content yang rendah.

Bahan baku dan proses pembuatan membuat bahan bakar ini memiliki berbagai keunggulan. Salah satunya adalah cetane index dan cetane number tinggi yang membuat kualitas pembakaran pada mesin lebih sempurna.

3. Minyak Diesel atau MDF

Jika MFO adalah bahan bakar untuk mesin tinggi di atas 1000 rpm, minyak diesel atau MDF merupakan bahan bakar yang digunakan pada mesin rendah di bawah 1000 rpm. Pembuatan bahan bakar ini hampir sama dengan minyak solar dan juga memiliki cetane number yang tinggi.

Bahan bakar ini juga dikenal dengan Marine Diesel Fuel (MDF) atau Industrial Diesel Oil (IDO). Minyak diesel ini memiliki sulphur content dan water content sangat rendah yang mampu mengurangi dan mencegah korosi.

Setelah kita membahas jenis-jenis bahan bakarnya, tentunya terasa kurang jika kita tidak menjelaskan perbedaan dan juga keunggulan dari pada bahan bakar-bahan bakar tersebut. Yuk kita simal kembali.

Keunggulan Dari Jenis Bahan Bakar Kapal Laut

1. Keunggulan Marine Fuel Oil

MFO merupakan bahan bakar yang dihasilkan dari berbagai reaksi besar yang cukup rumit. Berbeda dengn bahan bakar lainnya, MFO tidak termasuk jenis distillate, namun lebih kepada jenis residu bersuhu kamar dengan warna hitam pekat dan lebih kental.

Jenis bahan bakar MFO dengan kualitas yang baik harus memiliki sifat-sifat tertentu dalam segala cuaca. Sifat-sifat inilah yang menjadi keunggulan dari MFO. Beberapa sifat yang harus terpenuhi adalah sifat kekentalan, sifat kestabilan, sifat kebersihan, sifat keselamatan dan sifat korosifitas.

Sifat kekentalan pada bahan bakar MFO ini erat kaitannya dengan kemudahan dalam penyaluran bahan bakar baik menggunakan pipa maupun burner. MFO bisa kalian uji kekentalannya dengan menggunakan viscosity kinematic at 50oC dan pengujian pour point.

Sifat kestabilan MFO berhubungan erat dengan berbagai macam komponen dan campurannya yang homogen dalam proporsi tertentu. Campuran homogen tersebut akan menghasilkan kalori yang stabil dan maksimal.

Apabila tidak pas, maka akan membuat kestabilan terganggu dan terjadinya penggumpalan. Sementara itu, sifat kebersihan adalah kebersihan dari bahan bakar MFO dari berbagai kontaminasi dari zat lain seperti arang dan air.

Kontaminasi ini akan mempengaruhi mutu dari bahan bakar MFO. Seperti kontaminasi arang yang menimbulkan kerak arang pada nozzle burner dan kontaminasi air yang membuat proses pembakaran tidak maksimal, karena hidrokarbon berkurang.

Sifat keselamatan pada MFO berkaitan dengan keselamatan saat penyimpanan, penggunaan dan pengangkutan. Sedangkan sifat korosifitas berhubungan dengan proses pembakaran yang menentukan kandungan sulfur pada bahan bakar.

2. Keunggulan High Speed Diesel

Meskipun merupakan hasil dari minyak pelumas bekas, bahan bakar kapal ini memiliki beberapa keunggulan. Minyak solar atau HSD dapat menghasilkan pembakaran yang sempurna pada mesin karena memiliki cetane index dan cetane number yang tinggi.

Selain itu, bahan bakar ini juga telah melalui proses dewatering yang membuat sulphur content and water content menjadi sangat rendah. Hal ini dapat mengurangi dan mencegah korosi pada mesin.

3. Keunggulan Minyak Diesel

Minyak diesel atau MDF diproses hampir sama dengan minyak solar. Minyak diesel juga memiliki keunggulan tersendiri.

Diantara keunggulan tersebut adalah pembakaran mesin yang dihasilkan lebih baik karena cetane number yang tinggi. Selain itu juga dapat mengurangi seta mencegah korosi karena sulphur content dan water content yang sangat rendah.

Bahan bakar kapal baik MFO, minyak solar maupun minyak diesel memiliki keunggulan dan sifat yang berbeda. Kalian bisa menggunakan bahan bakar mesin kapal laut yang sesuai dengan kebutuhan dan mesin yang kalian gunakan.