Sejarah Dari Tim-Tim Formula 1 Yang Mengubah Nama

Sejarah Dari Tim-Tim Formula 1 Yang Mengubah Nama

Sejarah Dari Tim-Tim Formula 1 Yang Mengubah Nama – Formula 1 adalah ajang dari perlombaan akbar yang menggunakan otomotif mobil. Jika kita tarik sejarah Formula 1 ini tentu saja memiliki daya tarik nya tersendiri. Dari era awal Formulaa 1 atau yang biasa kita sebut F1 ini sudah memiliki banyak sekali penggemar. Kompetisi yang pertama kali terlaksana di Perancis ini tentu saja memiliki banyak tim yang mengikuti nya. Dengan segala regulasi dan juga spesifikasi tentu nya tidak mudah untuk sembarangan tim mengikuti ajak akbar ini.

Sejarah Dari Tim-Tim Formula 1 Yang Mengubah Nama

info lainnya : thetasa

Tentu nya sangat beruntung tim-tim yang bisa berlaga pada kompetisi akbar ini. Dan seperti hal nya kompetisi dunia, pasti banyak sekali mata yang menonton pertandingan tersebut. Dengan banyaknya mata yang melihat kompetisi tersebut tentunya banyak sekali sponsor yang ingin bekerja sama untuk sama-sama menaikan pamor. Tentunya dengan banyaknya sponsor dan media ataupun netizen yang menonton pasti banyak sekali saran dan kritik untuk kompetisi ini. Seperti perubahan sistem, regulasi, ataupun spesifikasi untuk membuat kompetisi semakin seru setiap tahunnya tentunya.

Tetapi dengan banyaknya permintaan dari pihak penyelenggara, banyak sekali tim-tim yang tidak sanggup untuk memenuhinya. Akhirnya tidak sedikit juga tim yang lebih baik mengundurkan diri untuk menjual slotnya, atau mengubah identitas mereka karena merasa sudah tidak sanggup untuk mengikuti kompetisi akbar tersebut. Padahal tidak sedikit dari tim yang mengundurkan diri itu adalah tim hebat yang sering menyabet kemenangan pada ajang ini. Karena satu dan lain hal yang akhir nya membuat mereka untuk menjual slot atau pun re-branding lagi.

Sepertinya sangat seru sekali jika kita bahas tentang tim-tim F1 yang mengubah nama mereka atau me re-branding tim mereka. Bagi kalian yang tertarik, boleh kalian simak nih pembahasannya.

Tim-Tim Formulai 1 Yang Mengubah Nama Mereka :

1. Dari Tyrrell – BAR – Honda – Brawn dan Mercedes sampai sekarang

Setelah Ferrari (1950) dan McLaren (1966), Mercedes merupakan tim yang memiliki sepak terjang cukup panjang di Formula 1. Di masa lalu, mereka mengoleksi banyak kemenangan atas nama Juan Manuel Fangio dan Stirling Moss. Keduanya terikat tim Tyrrell. Didirikan pada 1970, tim milik Ken Tyrrell berubah jadi British American Racing (BAR) pada 1999, dan bersinergi dengan Honda pada 2006. Ketika pabrikan Jepang itu angkat kaki, Ross Brawn mengambil alih kepemilikan dan menempelkan nama Brawn GP pada 2009. Setahun kemudian, tim dan lisensi balapan dijual ke Mercedes.

2. Dari Stewar lalu Jaguar dan Red Bull Racing sampai sekarang

Sejarah Red Bull Racing dimulai sejak 1996, ketika mantan juara dunia F1 Jackie Stewart membentuk Stewart GP dibantu Ford. Jos Verstappen merupakan salah satu pilot yang pernah bekerja di sana. Mereka mencatat prestasi cukup mengesankan dengan bertengger di empat besar konstruktor musim 1999. Ford lantas mengakuisisi tim tersebut pada periode berikutnya dan memberi nama Jaguar. Ternyata kenyataan tak seindah ekspektasi, pabrikan Amerika Serikat tersebut memilih menjual ke Red Bull, yang ingin melebarkan sayap ke ajang olahraga lain.

3. Dari Toleman – Benetton – Renault – Lotus -Renault lagi dan Alpine sampai sekarang

Alpine sejatinya bukan tim yang sepenuhnya baru. Renault memberikan lisensi balap saja tapi kendali ada di tangan mereka. Pabrikan otomotif Prancis terjun ke F1 pada 1977 hingga awal ’80-an. Namun, tim tersebut menggunakan dokumen balapan milik Toleman pada 1981. Mereka yang mendebutkan Ayrton Senna di Formula 1. Lima tahun kemudian, lisensi sampai kepada keluarga Benetton, yang mengecap sukses bersama Michael Schumacher pada pertengahan 1990. Pada 2002, nama Benetton ditanggalkan karena pabrikan ingin mengelolanya. Mereka menyabet titel juara dunia dengan Fernando Alonso. Pada 2011, mereka menjual sahamnya karena tak sanggup menanggung pengeluaran sangat besar. Periode 2012-2014, skuad mengaspal dengan nama Lotus. Renault kembali ke ajang itu pada 2015 dan menjadi Alpine enam tahun kemudian.

4. Dari Jordan – Midland – Spyker – Force India – Racing Point dan Aston Martin sampai sekarang

Tim yang bermarkas di Silverstone ini sering berpindah tangan. Para pekerjanya pun terbiasa berganti seragam dengan warna berbeda. Dari kuning ala tim Jordan, yang dikenakan selama 1999-2005, ke merah muda terang milik Racing Point. Setelah Eddie Jordan melego ke Alex Shnaider, tim tersebut disebut Midland (2005-2006), kemudian menjadi Spyker (2006-2007), lalu berbau India, Force India (2008-2018). Pengusaha Kanada, Lawrence Stroll, mengakuisisi dan menggunakan nama Racing Point. Saat ia membeli sebagian saham Aston Martin, ayah pembalap Lance Stroll tersebut menyematkan identitas baru seperti produsen mobil mewah tersebut.

5. Dari Alfa Romeo – Sauber – BMW Sauber – Sauber dan Alfa Romeo sampai sekarang

Alfa Romeo memang baru terkenal di Formula 1 pada 2017. Namun, mereka punya jejak rekam panjang pada ajang balap motor. Antara 1950 dan 1951, merek Italia itu merebut gelar juara dunia. Perusahaan induk FIAT pun berinvestasi ke Sauber, yang didirikan Peter Sauber pada 1993, dan menggunakan mesin Ferrari. Tim tersebut kehabisan uang setelah ditinggal Red Bull. Lalu, BMW menanamkan uang ke Sauber dan menjadi tim pabrikan pada 2006. Saat krisis ekonomi global menghantam, perusahaan Jerman itu menarik diri dari proyek tersebut, setelah tiga tahun. Sauber berjalan sendiri hingga 2018, lalu Alfa Romeo bergabung. Kendati demikian, mobil balap tetap dibuat di Hinwill, markas Sauber Motorsport.

6. Dari Minardi lalu Toro Rosso dan AlphaTauri sampai sekarang

Giancarlo Minardi, yang aktif di olahraga motor mulai akhir ’70-an, tertarik mendirikan tim pada 1985. Ia membuka garasi di Faenza, Italia. Minardi menjual timnya ke Paul Stoddart pada 2001, yang kemudian dilepas lagi ke Red Bull lima tahun kemudian. Nama skuad berganti jadi Scuderia Toro Rosso, berkompetisi di F1. Awalnya AlphaTauri adalah tim kedua milik Red Bull, sebagai divisi untuk mengembangkan talenta-talenta muda. Lalu mereka menggunakan Scuderia Toro Rosso pada 2006, Red Bull mengganti kulit jadi AlphaTauri di F1 2020.