Sejarah Perusahaan Suzuki Yang Banting Tulang

Sejarah Perusahaan Suzuki Yang Banting Tulang

Sejarah Perusahaan Suzuki Yang Banting Tulang – Mungkin ketika kalian mendengar kata Suzuki langsung terfikirkan tentang perusahaan sebuah brand motor. Termasuk dalam perusahaan otomotif terbesar di Jepang tentunya menjadi prestasi yang sangat bagus untuk perusahaan ini. Dengan mempunyai pasar yang sangat luas tentunya menjadikan perusahaan ini cukup popular di kancah dunia.

Michio Suzuki, pendiri dari Perusahaan Suzuki ini terlahir dari orang tua yang memiliki pekerjaan petani kapas. Mungkin dari kalian hanya melihat dari hasilnya sekarang ini saja. Sebelum sukses seperti sekarang ini, pria kelahiran 10 februai 1887 ini banting tulang untuk tetap mensukseskan perusahaan Suzuki ini. Bukan hanya banting tulang, banting stir pun berulang kali ia lakukan agar tetap bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi para karyawannya.

Sejarah Perusahaan Suzuki Yang Banting Tulang

info lainnya : thetasa

Pada awalnya Suzuki ini menciptakan mesin tenun yang menggunakan pedal, yang tentunya menjadi inovasi yang sangat baru dan juga mempermudah bagi para penenun. Alat tenun ini pun sukses di kalangan para penenun. Dan ia pun membangun perusahaan Suzuki Loom Manufacturing Company,Inc. Setelah lama beroperasi perusahaanya pun mendapatkan predikat perusahaan perkakas tenun terbesar di Jepang.

Dari kesuksesan ia saat itu lah yang membuat ia ingin mencoba terjun ke dunia otomotif. Dan mencoba untuk membuat mobil pertamanya yang bisa di produksi keseluruh dunia.

Awal Karir Perotomotifan Perusahaan Suzuki

Karena ada peperangan antara China dan Jepang saat itu, mengakibatkan produksi mesin tenun menjadi menurun. Yang akhirnya Suzuki ini membuat sebuah pemikiran tentang, membanting stir menjadi produsen otomotif. Dengan bekal pengalaman dari pembuatan mesin tenun yang menurut nya cukup untuk membuat sebuah kendaraan pun turut ia lakukan.

Awal dari pembuatan mobil yang dilakukan oleh Suzuki adalah dengan membeli sebuah mobil Austin Martin yang kalah itu sangat populer. Ia dan para karyawannya pun mempelajari mobil itu dengan cara membongkar dan melihat komponen-komponennya. Hingga akhirnya ia menciptakan tiruannya, walaupun tiruan sesungguhnya dengan teknologi saat itu, sangat lah sulit untuk melakukannya. Dan menurutnya itu adalah sebuah pencapaian walaupun banyak warga yang memberi komentar pedas kepada dirinya yang intinya kalau Suzuki tidak kreatif dan hanya bisa meniru.

Gagal Total Pada Produksi Pertamanya

Mungkin bisa kita bilang kesalahan nya waktu lauching dari produk mobil pertamanya ini. Ketika Suzuki ingin launching produk pertamanya ini bertepatan dengan Jepang memulai perang, yang tentunya penduduk lokal pun lebih memikirkan dirinya sendiri dibandingkan dengan yang lainnya. Hal ini lah yang menjadikan Suzuki produksi pertama ini bisa diblang gagal total.

Mobil produksi pertama ini bisa terbilang bukanlah produksi original dari suzuki itu sendiri, tetapi memodifikasi dari mobil Austin Seven. Walaupun banyak yang bilang menjiplak dari Austin Seven, Suzuki memodifikasinya sehingga mempunyai kualitas mesin yang berbeda. Mesinnya pun memiliki kekuatan daya 13hp pada putaran 3500 rpm, dan juga mempunyai timing pengapian yang sangat bagus pada zaman itu, yang menjadikannya mobil yang tidak pernah terlupakan dalam sejarah jepang.

Banting Stir Menjadi Pabrik Senjata

Karena kegagalannya dalam launching produk mobil pertamanya, walaupun masih bersikeras membuat pabrikan otomotif. Suzuki pun mencoba untuk banting stir menjadi pabrik senjata untuk membantu Jepang dalam perang kala itu. Tentunya dengan keadaan saat perang itu , membuat pabrik senajata dari Suzuki ini bisa terbilang sangat menguntungkan. Ketika mempunyai modal ia pun mencoba kembali membangun pabrik otomotif. Belum kearah produksi mobil ataupun motor. Perusahaan Isuzu yang dibangunnya saat itu, hanya memproduksi kruk-as, piston,blok mesin untuk kendaraan-kendaraan perang saat itu yang memiliki 6 silinder. Dalam produksiannya kala itu ia pun tetap kekeh ingin membuat mobil dengan mempelajari mesin-mesin yang ada pada kendaraan.

Sialnya lagi ketika perusahaannya sedang berkembang dengan baik, pabriknya pun hancur terkena gempa. Dan saat itu pulan pesawat amerika memborbardir daerah sekeliling pabrik itu sehingga militer Jepang berinisiatif untuk membubarkan perusahaan Suzuki dan segala aktivitasnya. Selang beberapa waktu Suzuki pun merelokasikan pabrik mereka ke tempat dataran tinggi sekitaran Hamamatsu.

Banting Strik ke Dua Kalinya

Dengan segenap staff setia yang dimilikinya. Setelah perang berakhir pun ia mencoba kembali untuk membangun perusahaan kembali. Karena minimnya budget dan juga melihat pasaran, akhirnya mereka pun memutuskan untuk memproduksi cangkul, sabut dan juga drum tangki. Karena menurutnya 3 komponen itu lah yang akan memberikan keuntungan lebih untuk perusahaannya.

Tak lama ia pun mencoba untuk memproduksi mesin tenun kembali. Dengan meminta izin kepada sekutu yang masih bertakhta di tanah Jepang. Untungnya karena barang produksi nya tidak ada bersinggungan dengan mereka, akhir nya Suzuki pun mendapati izin untuk memproduksinya. Dengan berjalannya produksi mesin tenun itu, akhirnya perusahaan Suzuki pun mulai berkembang kembali.

Anak Suzuki Dan Produk Motor Tercipta

Shinzo Suzuki anak kandung dari Michio Suzuki ini dipercaya oleh ayahnya sendiri untuk menjadi Direktur Eksekutif dan Kepada Bidang Penjualan Suzuki. Hebat nya ketika ia memegang kendali perusahaan, perusahaan bisa mendapati hasil yang fantastis. Untuk meneruskan jejak ayahnya didunia otomotif, ia pun memulai launching dari kendaraan roda 2, yaitu motor. Motor awalnya yaitu motor yang memiliki mesin 2-tak 30cc dengan kekuatan 0,2hp di tahun 1952.

Dan sampai saat ini pun Suzuki masih aktif berbisnis otomotif dan menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar di Jepang.